MWC NU Pesantren Gelar Penjaringan Calon Ahwa, Rais dan Ketua PCNU Kota Kediri, Gus Ab tetap Kandindat terkuat.

Baca ini juga

JENDELA INFORMASI, KEDIRI – Suhu politik di lingkungan Nahdlatul Ulama Kota Kediri mulai menghangat menjelang pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) PCNU Kota Kediri yang dijadwalkan pada Desember 2026 mendatang.

Hal ini terlihat dalam Musyawarah MWC NU Kecamatan Pesantren yang menggelar penjaringan Calon Ahlul Halli Wal Aqdi (Ahwa), Rais dan Ketua PCNU di Gedung Serba Guna (GSG) MWC NU Pesantren, Jumat (31/10/2025) malam.

Rapat dipimpin Sekretaris MWC NU Pesantren Jumadi, didampingi Ketua MWC NU Pesantren Ir. H. Hasan Bisri. Hadir jajaran Pengurus MWC, Pengurus Ranting dan Ketua Badan Otonom (Banom) se-Kecamatan Pesantren.

Dalam sambutannya, Jumadi menjelaskan tata cara pengisian form penjaringan yang telah disediakan.

“Mohon dalam memilih bakal Calon Ahwa dan Ketua, bapak-bapak tinggal mencontreng nama yang sudah tertera pada form yang kami sediakan. Sedangkan bila ada nama calon yang belum tertera, bapak-bapak punya pilihan lain, bisa menuliskan usulannya pada kolom di bawahnya,” terangnya.

Suasana penjaringan pun berlangsung dinamis. Khasak-kusuk soal kandidat Ahwa dan Ketua PCNU periode mendatang mulai bermunculan.

Sesuai amanat Muktamar ke-34 NU di Lampung yang dipertegas pada Muktamar ke-35 di Jombang serta menunggu Hasil Kobes NU Rencana di gelar Bulan Nopember ini, Secara umum mekanisme pemilihan Rais dan Ketua PCNU dilakukan melalui penjaringan dan tabulasi suara oleh peserta Konfercab, namun penentuan akhir ditetapkan oleh tim Ahwa.

Diketahui, Ahwa sendiri berisikan 5 kiai sepuh yang memiliki keahlian di bidang agama, integritas dan akhlak mulia. Tugas Ahwa inilah yang akan bermusyawarah dan istikharah, kemudian memilih sekaligus menetapkan Rais dan Ketua PCNU terpilih.

Panitia penjaringan telah merilis 10 nama calon Ketua dan calon Ahwa yang tertuang dalam form isian. Untuk bursa Calon Ketua, nama yang muncul di antaranya Gus Faris Pengasuh Pondok Al-Amin Ngasinan, Gus I’ing Pengasuh Pondok Lirboyo Al-Mahrusiyah Ngampel, Gus Ab incumbent Ketua PCNU, Gus Nun Ketami, H. Hasan Bisri Ketua MWC Pesantren, Gus Qowim Wakil Wali Kota Kediri / Pengasuh Pondok Al-Ishlah Bandar Kidul, H. Hasan Basri, H. Heri Sekretaris PCNU, Gus Adib Pengasuh Pondok Lirboyo dan Gus Izzat.

Belakangan, nama Choirudin Mustofa atau akrab disapa Tofa juga muncul setelah peserta rapat menuliskan namanya pada kolom usulan tambahan.

Di antara nama-nama tersebut, KH. Abu Bakar Abdul Jalil atau Gus Ab disebut-sebut masih kuat untuk dipilih kembali memimpin PCNU Kota Kediri periode 2026-2031. Ia dikenal sebagai kader NU tulen yang ditempa melalui kaderisasi berjenjang mulai IPNU, Ansor, hingga MWC dan PCNU. Ia juga memiliki pondok pesantren dan pernah menjadi anggota DPRD Kota Kediri.

“Ia dikenal sebagai kader NU tulen. Gus Ab masih calon kuat Ketua PCNU Kota Kediri untuk periode mendatang,” tegas Kiai Imam Mochtar Ahmad, Rais Ranting Bence.

Sementara Ketua Ranting Bangsal, H. Imron, memiliki pandangan lain. Ia mendorong Gus Faris Idrisa pengasuh Pondok Al-Amin Ngasinan. Menurutnya, Gus Faris dianggap mampu menggerakkan jamiyah NU, baik secara organisatoris maupun kultural.

Beberapa Ranting lain mengusung nama Gus Qowim. “Gus Qowim juga mampu memimpin NU ke depan. Beliau sebagai representasi Pondok Pesantren dan warga Nahdliyin dinilai amanah dan bisa merangkul semua kalangan, dari kiai kampung hingga kiai pesantren,” ujar salah satu peserta yang enggan disebutkan namanya.

Demikian juga nama Choirudin Mustofa, kader muda potensial yang memulai karir organisasi dari IPNU dan kini menjadi Anggota DPRD Kota Kediri, ikut mencuat sebagai alternatif.

Untuk penjaringan Calon Ahwa, muncul nama-nama kiai sepuh kharismatik, di antaranya KH. Anwar Iskandar (Gus War) Pondok Al-Amin Ngasinan, KH. Kafabihi Mahrus Lirboyo, KH. Ahmad Sholeh Abdul Jalil (Gus Sholeh) Pondok Salafiyah Bandar Kidul, KH. Abdul Hamid Abdul Qodir (Gus Hamid) Pondok Mauna Sari, KH. Athoillah (Gus Athok) Pengasuh Pondok Lirboyo, KH. Zuhad Zamani (Gus Bad) Pondok Al-Ishlah Bandar Kidul, KH. Ahmad Reza Makrus (Gus Reza) Pondok Lirboyo Al-Mahrusiyah Ngampel, Gus Akib Muslim Abdullah Faqih Bulurejo, K. Syiroj dan Gus Anang Darunnajah.

Khusus Gus Hamid, pengasuh Pondok Mauna Sari Bandar Kidul, peserta penjaringan mendorong agar beliau kembali diminta menjadi Rais Syuriyah untuk periode lima tahun ke depan.

MWC NU Pesantren menjadi salah satu MWC yang paling awal menggelar penjaringan. Hasil penjaringan ini nantinya akan dibawa ke forum Konfercab sebagai aspirasi resmi dari tingkat bawah.

Konfercab PCNU Kota Kediri yang akan digelar Desember nanti dipastikan menjadi momentum krusial untuk menentukan arah gerak dan khidmah PCNU Kota Kediri lima tahun ke depan di tengah tantangan umat yang semakin kompleks.

Reporter: Kamid

- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Berita Terkini

Warung Kopi Gedhek Legendaris Mbah Muk di Bence Kediri Tetap Eksis 50 Tahun, Kopi Lepek Rp 3 Ribu Jadi Magnet.

JENDELA INFORMASI, KEDIRI – Di tengah menjamurnya kafe modern dan coffee shop kekinian yang menawarkan kopi sachet beraneka rasa...
- Advertisement -spot_img

Artikel Lainnya

- Advertisement -spot_img