JENDELA INFORMASI, KEDIRI – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Pesantren, Kota Kediri menggelar Apel Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2026.
Acara berlangsung di halaman Masjid Baitul Makmur MWC NU Pesantren, Sabtu (24/10/2026) malam. Diikuti jajaran Pengurus MWC, Pengurus Ranting NU se-Pesantren, serta Badan Otonom (Banom) NU seperti Muslimat NU, Fatayat NU, GP Ansor, Banser, Pagar Nusa, IPNU, IPPNU dan JQH NU.
Apel tahun ini mengangkat tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, dengan semangat menguatkan akar tradisi sekaligus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua PCNU Kota Kediri KH Abu Bakar Abdul Jalil ( Gus Ab )
Bertindak sebagai Pembina Apel, KH Hasan Bisri, ketua MWC NU Pesantren.
“Apel HSN 2026 ini diharapkan menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan meneguhkan kembali semangat Resolusi Jihad serta peran santri dalam mengawal NKRI,” ungkap KH. Hasan Bisri, Ketua MWC NU Pesantren.
Rangkaian apel berlangsung khidmat dengan pembacaan Pancasila, Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, Ikrar Santri, serta Resolusi Jihad yang dibacakan langsung oleh Ustad Anas Ansori Ketua Ranting Centong.
Pembacaan Resolusi Jihad menjadi salah satu bagian penting dalam mengenang peran ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
” Dengan digelarnya Apel HSN 2026 ini, diharapkan semangat santri untuk berkhidmat kepada agama, bangsa dan negara semakin kuat, ” tegas KH Hasan Bisri.
Sementara itu Gus Ab yang juga hadir pada gelaran Acara apel, dalam sambutanya menyampaikan tentang makna hari santri.
Bahwa makna hari santri itu sendiri, kita tidak hanya mewarisi semagat saja, akan tetapi mewarisi secara keilmuanya, mewarisi keilmuan beliau yang sudah dibentukan dengan lembaga lembaga pendidikan yang ada dipondok Pesantren.
Sehingga kyai atau ulama ulama dahulu tidak hanya kusus/mligi belajar ilmu agama saja, tapi bagaimana termasuk berjuang, termasuk punya kepedulian terhadap Bangsa dan Negara, diantaranya termasuk bagaimana mengobarkan semangat untuk Indonesia yang kita cintai ini lepas dari tangan penjajah, karena Kemerdekaan adalah hak setiap manusia.
” Maka dari itu ilmu beliaunya ini lengkap, yang ada didalam pondok Pesantren, maka kita warisi ilmu ilmunya.
Alhamdulillah dengan tergabungnya panjenengan di MWC NU, kususnya MWC Pesantren, ini kalau kita simak dari beberapa kegiatan hampir setiap malam ada. Seperti kegiatan Istighotsah dan ngaji Kitab.
Artinya apa, ini lahan kita untuk bisa mendapatkan ilmu mewarisi Suhada, para ulama, yang Alhamdulillah mencetuskan yang namanya Hari Santri Nasional.
Reporter: Kamid.







