JENDELA INFORMASI, KEDIRI – Sebagai pengingat sejarah perjuangan para Pahlawan saat klesh melawan kolonial, warga Bence Kelurahan Pakunden Kecamatan Pesantren Kota Kediri, mengenakan ikat kepala Janur Kuning dan pita berwarna merah putih menandai pada HUT RI ke 81 Minggu malam 16 Agustus 2026.
Selain di ikuti warga, acara juga di hadiri Lurah Pakunden Lingga Gunawan, Mahasiswa KKN 27 UIN Syekh Wasil Kediri, dan Kyai Imam Mochtar Ahmad, sebagai Narasumber.
Dalam uraianya, Kyai Mochtar menerangkan secara runut tentang sejarah perjuangan Bangsa Indonesia.
“Pada insiden perang melawan koloni,” kata dia, bahwa penggunaan Janur kuning dan pita merah putih yang diikatkan dikepala atau lengan, berfungsi sebagai sandi pengenal. Agar mereka prajurit TNI dan pejuang rakyat, bisa membedakan dengan jelas antara kawan seperjuangan dan musuh, atau pengkhianat di medan laga,” ungkapnya.
Sedangkan kalau diartikan nilai perjuangan, merupakan simbol keberanian rakyat Indonesia, yang berjuang dengan alat sederhana mampu melawan senjata modern.
Dan bukti nyata sebagai setrategi gerilya bisa memukul mundur kekuatan kolonial, “tegasnya.
Ia juga menyampaikan terjadinya sejarah insiden perobekan bendera belanda diHotel Yamato. Yang dijadikan Benteng Kekuatan musuh. Diserbu arek arek Suroboyo yang dipimpin oleh Bung Tomo.
Dengan mengumandangkan ucapan,” Allahu Akbar, Allahu Akbar semangatnya tersulut bak banteng ketataton. Arek arek Surabaya merangsek naik menara Hotel Yamato, merobek bendera Belanda yang semula berwarna Merah, Putih, Hijau, Kemudian yang berwarna hijau dirobek.
Akhirnya Menyisakan warna Merah putih saja, dan hingga kini Bendera tersebut tetap berkibar menjadi bendera kebesaran Bangsa Indonesia,” tegasnya.
Sementara itu lurah Pakunden Lingga Gunawan dalam sambutan singkatnya mengucapkan puji syukur Alhhamdulillah dalam memperingati HUT RI 81 warganya bisa Kompak.
” Alhamdulilah, warga saya baik yang ada di lingkungan kerajan Kelurahan Pakunden ataupun di lingkungan wilayah Bence, begitu eratnya hubungan emosional bisa kompak malam ini, untuk melakukan renungan HUT RI ke 81,” tuturnya.
Ternyata sikap Kerukunan dan kegotongroyongan sangat luar biasa. ” Saya berharap budaya seperti ini bisa terus dipelihara dan diperkuat,” pungkasnya.

Sedangkan warga Bence merasa terharu, terenyuh, ketika mendengar kata sambutan Mahasiswa KKN 27 UIN Syehk Wasil, saat mereka mengucapan pamitan.
“Tidak ada yang bisa kita berikan kepada warga Pakunden khususnya warga Bence,” kata Habib Habibi Ketua Kelompok KKN 27, mengawali sambutanya.
“Kecuali hanya pengabdian, itupun tidak seberapa dengan harapan Warga,” tuturnya.
Dengan hati yang tulus Ia, justru balik memuji keramahan warga lingkungan Bence ataupun Kelurahan Pakunden.” Saya mohon maaf karena telah merepotkan selama KKN disini. Kami terbantu dengan keramahan warga menyambut keberadaan kami. Kami dilakukan seperti keluarga sendiri,” katanya.
Kami dan kawan kawan juga mengucapkan terima kasih, kepada bapak ketua RW 05 yang telah kasih apresiasi tali asih berupa foto sindiran cekikikan, saat kita melakukan kerja tugas lapangan.
Jurnalis, Kamid.







