JENDELA INFORMASI, KEDIRI — Kota Kediri yang kerap menjadi lokasi produksi sejumlah film nasional terus berupaya memperkuat ekosistem perfilman daerah. Salah satunya melalui kegiatan Kediri Class Acting yang menghadirkan sejumlah praktisi industri film, termasuk aktor dan komedian tanah air, Isa Wahyu Prastantyo atau yang dikenal sebagai Isa Bajaj.
Dalam kegiatan yang digelar pada 20 Juni 2026 tersebut, Isa Bajaj berbagi pengalaman perjalanan kariernya di dunia akting dan industri hiburan kepada para peserta. Ia mengaku kesempatan tersebut menjadi pengalaman berharga sekaligus sebuah kehormatan.
Meski tidak berasal dari latar belakang akademisi seni peran, Isa menyebut perjalanan panjangnya di dunia hiburan memberikan banyak pelajaran tentang bagaimana seorang aktor membangun karakter dan menghadapi tantangan dalam proses kreatif.
Menurut Isa, salah satu hal utama yang harus dimiliki seorang aktor adalah rasa percaya diri. Ia menilai setiap orang sebenarnya sudah melakukan aktivitas yang berkaitan dengan akting dalam kehidupan sehari-hari, meskipun berbeda dengan seni peran profesional di film maupun sinetron.
“Akting itu salah satunya bagaimana kita bisa percaya diri. Karena sebenarnya dalam kehidupan sehari-hari kita sudah berakting, hanya saja dalam dunia film ada teknik dan pendalaman karakter yang harus dipelajari,” ujar Isa.

Sutradara dan filmmaker Kota Kediri, Harianto, mengatakan Kediri Class Acting menjadi langkah awal untuk membangun ekosistem perfilman berbasis industri di Kota Kediri.
Pria yang akrab disapa Harry itu berharap kegiatan tersebut mampu menjadi ruang pembelajaran bagi calon-calon talenta lokal agar memiliki kemampuan dan kesiapan untuk masuk ke industri film.
“Kami ingin dari kegiatan seperti ini muncul sumber daya manusia perfilman dari Kediri yang bisa bersaing, baik sebagai aktor maupun bagian dari tim produksi,” kata Harianto.
Sementara itu, Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) Cabang Kediri, Ellya Destiara Permata, menilai Kota Kediri memiliki potensi besar untuk berkembang dalam industri perfilman.
Namun, menurutnya, potensi tersebut harus diiringi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), baik dari sisi pemeran maupun kru produksi.
“Kediri memiliki potensi, tetapi harus dibarengi dengan peningkatan kualitas SDM agar mampu memenuhi kebutuhan industri perfilman,” ujar Ellya.
Melalui Kediri Class Acting, para pelaku seni berharap dapat melahirkan talenta-talenta baru dari daerah yang mampu bersaing di tingkat nasional sekaligus memperkuat posisi Kota Kediri sebagai salah satu daerah pengembangan industri kreatif, khususnya perfilman.







