Inzia Super League U-11 TH, Sajikan Venue Kompetisi Bertaraf Internasional

Baca ini juga

JENDELA INFORMASI, KEDIRI – Sebanyak 13 tim dari Kabupaten dan Kota Kediri, Jawa Timur, ambil bagian dalam Inzia Super League U-11. Kompetisi mini soccer ini menjadi wadah bagi pemain usia dini untuk mendapatkan pengalaman bertanding di atas rumput berstandar internasional, sekaligus mengembangkan potensi.

Kompetisi akan mulai bergulir pada Minggu (13/9/2026) dan mengusung format liga dengan sistem half season. Dengan format tersebut, setiap tim hanya akan bertemu satu kali. Seluruh pertandingan digelar setiap pekan hingga Desember 2026.

Penyelenggaraan Inzia Super League U-11 dirancang mengadopsi pengelolaan kompetisi secara profesional. Selain memberikan pengalaman bertanding, format tersebut diharapkan membuat pemain usia dini terbiasa mengikuti kompetisi yang terstruktur dan berkesinambungan.

Ketua Panitia Inzia Super League, Dicky Apdillah, mengatakan kompetisi tersebut juga menjadi upaya mengenalkan mini soccer kepada SSB yang selama ini lebih banyak bermain di lapangan sepak bola berukuran besar.

“Dari kegiatan ini, harapan kita bisa mengenalkan olahraga mini soccer kepada SSB-SSB yang selama ini kebanyakan bermain di lapangan besar. Kita ingin mengenalkan kepada usia muda bahwa ada cabang olahraga baru, yaitu mini soccer,” ujar Dicky usai technical meeting dan drawing di Inzia Mini Soccer, Rabu (9/9/2026) petang.

Dicky menambahkan, penyelenggaraan kompetisi tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap pembinaan sepak bola usia dini. Ia berharap ajang ini dapat memberikan ruang bagi anak-anak untuk berkembang melalui pengalaman bertanding.

“Kita juga ingin ikut peduli dan membantu pembinaan usia dini. Harapannya, anak-anak bisa mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus berkembang melalui kompetisi ini,” kata Dicky.

Pelatih SSB Bintang 22 sekaligus pemain legendaris Persik Kediri, Musikan, menyambut positif kompetisi tersebut. Menurutnya, Inzia Super League U-11 dapat menjadi wadah bagi SSB di Kabupaten dan Kota Kediri untuk berkompetisi sekaligus mendukung pembinaan pemain muda.

“Alhamdulillah, Inzia sudah mewadahi Super League U-11. Tentunya ini menjadi wadah buat SSB di Kabupaten Kediri dan Kota Kediri untuk berkompetisi yang baik, jujur. Alhamdulillah, sehingga jadi pemain yang bagus nantinya,” kata Musikan.

Musikan juga menilai kualitas venue yang digunakan menjadi nilai tambah dalam pembinaan usia dini. Pemain dapat merasakan pengalaman bertanding dengan fasilitas lapangan yang lebih baik.

“Dengan fasilitas bagus, otomatis kualitas pertandingan akan tercipta. Tentunya sangat bermanfaat sekali buat pembinaan usia muda karena dengan fasilitas bagus otomatis kualitas pertandingan akan bagus,” ujarnya.

Ia mengingatkan para pelatih dan pembina SSB agar tidak menjadikan kemenangan sebagai tujuan utama dalam kompetisi usia dini. Proses perkembangan pemain harus tetap menjadi perhatian utama.

“Jangan mencuri umur, karena tujuan di pembinaan usia dini bukan kemenangan, bukan pujian, tapi menikmati prosesnya anak-anak untuk berkembang,” tegasnya.

- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Berita Terkini

Charisma Agustin Putri Resdi Ayubchan terpilih Menjadi Ketua LPMK Penggati Antar Waktu.

JENDELA INFORMASI, KEDIRI - Setelah alot dalam penujukan pimpinan sidang, akhirnya salah satu perwakilan ketua RW disepakati untuk memimpin...
- Advertisement -spot_img

Artikel Lainnya

- Advertisement -spot_img