JENDELA INFORMASI, KEDIRI – Kegigihan dan kekompakan tim Fatayat NU Ranting Bence berbuah manis. Setelah berjibaku melewati 8 pertandingan ketat yang menguras tenaga, tim srikandi sarungan asal Ranting NU Bence, Kelurahan Pakunden Kecamatan Pesantren ini akhirnya berhasil menyabet Juara Harapan 2 pada gelaran Olahraga Tradisional Lomba Gobak Sodor Sarungan memperebutkan Piala Walikota Kediri.
Acara yang dihelat PC Fatayat NU Kota Kediri dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026 ini berlangsung meriah di Salim Sport Center MAN 2, Jalan Letjen Suprapto, Kota Kediri, Minggu (25/10/2026) sejak pagi hingga sore.
Ketua Fatayat NU Ranting Bence, Kifayatul Nasikah saat ditemui Jendela Informasi usai penerimaan piala, mengaku bangga dan terharu atas perjuangan timnya.
Mereka, Pitriati kapten, Dina Kartika Sari, Dwi Rahayu Ningsih, Nathalina, Siti Masfu’ah, Erni Vitasari dan Kusmiati bermain secara tim sangat luar biasa.
“Alhamdulillah, ini di luar ekspektasi kami. Kami datang dengan modal kekompakan dan niat nguri-nguri permainan tradisional. Tidak menyangka bisa sampai 8 kali main dan masuk juara Harapan 2. Anak-anak semua totalitas, jatuh bangun di lapangan tapi tetap pakai sarung,” ujarnya, dengan mata berkaca-kaca sambil memegang Amplop uang pembinaan.
Perjuangan tim Bence memang tidak mudah. Pada lomba tahun ini, tercatat ada 28 tim peserta yang ambil bagian, semuanya merupakan utusan dari pengurus Ranting Fatayat NU se-Kota Kediri. Setiap tim beranggotakan 7 orang pemain, terdiri dari 5 pemain inti dan 2 pemain cadangan. Sistem gugur yang diterapkan membuat setiap tim harus tampil maksimal sejak awal.
Tim Bence yang mengenakan seragam putih kombinasi sarung batik hitam harus melalui babak penyisihan yang sengit. Di bagan lomba, Bence tercatat mengalahkan tim kuat seperti Campurejo dan Sukorame di babak awal, sebelum akhirnya harus mengakui keunggulan tim-tim finalis seperti Banaran dan Pojok yang tampil lebih dominan.
Permainan Gobak Sodor Sarungan sendiri menjadi daya tarik tersendiri. Jika biasanya gobak sodor dimainkan dengan celana training, kali ini seluruh peserta wajib memakai sarung. Hal ini membuat gerakan menjadi terbatas, sering tersandung, namun justru mengundang gelak tawa dan keakraban. Nilai filosofinya pun dalam, mengajarkan kekompakan, strategi, menjaga wilayah, dan kelincahan, yang selaras dengan semangat santri menjaga tradisi.
Sebelum pertandingan utama dimulai, panitia menyuguhkan laga ekshibisi yang paling ditunggu-tunggu, yakni pertandingan persahabatan antara Tim Penggerak PKK Kota Kediri melawan tim PC Fatayat NU Kota Kediri.
Laga ekshibisi ini berlangsung seru dan penuh keakraban. Tim Fatayat NU yang diperkuat langsung oleh Wali Kota Kediri Mbak Vinanda Prameswati (Mbak Wali) akhirnya memenangkan pertandingan. Kehadiran Mbak Wali yang turut bersarung dan ikut berlari di lapangan menjadi motivasi tersendiri bagi seluruh peserta.
Ketua PC Fatayat NU Kota Kediri Dewi Nafi’ah, S.Th,I.,M.Ag. dalam sambutannya menyampaikan, lomba ini bukan sekadar mengejar juara, melainkan sebagai upaya menghidupkan kembali olahraga tradisional yang hampir punah di tengah gempuran game online.
“Kami ingin anak-anak Fatayat, ibu-ibu muda NU, tidak lupa dengan permainan nenek moyang kita. Gobak sodor ini melatih fisik, mental, dan kebersamaan. Dan dengan memakai sarung, kita ingin menunjukkan identitas santriwati yang anggun tapi tetap tangguh,” tegasnya.
Dengan diraihnya Juara Harapan 2 ini, Fatayat NU Ranting Bence membuktikan bahwa ranting kecil pun bisa berprestasi di tingkat kota. Piala, piagam, dan uang pembinaan yang mereka bawa pulang akan menjadi penyemangat untuk terus aktif dalam kegiatan dibawah Naungan Nahdlatul Ulama.
Prestasi ini juga menjadi kado manis bagi warga Lingkungan Bence dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang tahun ini mengusung tema Menyambung Juang, Merengkuh Masa Depan.
Reporter: Kamid.







