JENDELA INFORMASI, KEDIRI – Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri terus aktif melakukan pemangkasan dan penebangan pohon secara selektif saat memasuki cuaca ekstrem seperti saat ini, untuk mengantisipasi terjadinya pohon tumbang akibat angin kencang dan hujan deras.
Sejumlah pohon yang dinilai rawan roboh, rindang, atau tua di jalur protokol dan area padat penduduk dilakukan pemangkasan sebagai langkah preventif, dan meminimalisir terjadinya bencana pohon tumbang.
Kepala DLHKP Kota Kediri, Indun Munawaroh menyebut, langkah antisipatif ini dilakukan rutin setiap harinya. Termasuk di antaranya kegiatan pemangkasan serta penebangan pohon-pohon yang dianggap berisiko atau mengancam keselamatan masyarakat.
“Pemotongan pohon ini rutin kami lakukan. Memang memasuki cuaca ekstrem seperti saat ini cukup banyak aduan yang kami terima dari masyarakat melalui 112, khususnya mengenai permintaan terhadap pemangkasan pohon,” sebutnya.
Dalam hal ini DLHKP juga aktif memantau pohon-pohon besar yang berdiri dekat pemukiman dan fasilitas umum di wilayah Kota Kediri.
“Terus kami pantau pohon-pohon yang berpotensi mengancam keselamatan. Di satu sisi kami juga sudah memetakan mana-mana saja pohon yang berpotensi rawan roboh tersebut,” ungkapnya.
Seperti diketahui, Meteorologi, Badan Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis daftar wilayah yang perlu mewaspadai potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai kilat dan angin kencang pada periode 27 Maret hingga 2 April 2026.
Kondisi ini dipicu tiga faktor yang aktif bersamaan yakni La Nina lemah, Madden-Julian Oscillation (MJO) yang aktif pada 27-28 Maret 2026, serta pengaruh tidak langsung Siklon Tropis Narelle di Samudra Hindia barat laut Australia.






