PCNU Kota Kediri Gelar Apel Hari Santri Nasional 2026, Teguhkan Semangat Kebangsaan dan Persatuan.

Baca ini juga

JENDELA INFORMASI, KEDIRI – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Kediri menggelar Apel Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di UNISKA Center, Jalan Sersan Suharmaji Nomor 38, Kota Kediri, Kamis (22/10/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 08.15 WIB tersebut diikuti sekitar 600 peserta dari kalangan santri, pondok pesantren, badan otonom NU, akademisi, serta unsur pemerintah dan TNI-Polri.

Apel tahun ini mengangkat tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, dengan semangat menguatkan akar tradisi sekaligus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Wakil Wali Kota Kediri, KH Qowimuddin Thoha, bertindak sebagai pembina apel. Kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua PCNU Kota Kediri KH Abu Bakar Abdul Jalil, Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si.,
Turut hadir Ketua DPRD Kota Kediri Dra. Firdaus, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kediri Zamroni, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Kediri Ronny Yusianto, perwakilan TNI, Kejaksaan Negeri, Pengadilan Agama, organisasi kemasyarakatan, serta sejumlah organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Kediri.

Dalam amanatnya, Wakil Wali Kota Kediri menyampaikan apresiasi kepada para kiai, guru, dan pengasuh pondok pesantren yang selama ini berperan dalam mendidik generasi muda.

Pendidikan pesantren tidak hanya membekali santri dengan ilmu agama, tetapi juga menanamkan kedisiplinan, akhlak, dan nilai-nilai kebaikan.
Ia menegaskan bahwa peringatan Hari Santri menjadi momentum untuk mengenang kontribusi ulama dan santri dalam perjuangan bangsa sekaligus memperkuat komitmen menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat.

Menurutnya, kerukunan, toleransi, dan kepedulian sosial merupakan modal penting dalam mendukung kemajuan Kota Kediri. Karena itu, nilai-nilai yang dipelajari di pesantren perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, baik melalui sikap saling menghormati, kepedulian terhadap lingkungan, maupun keterlibatan dalam menjaga keharmonisan masyarakat.

Wakil Wali Kota juga mendorong para santri untuk terus meningkatkan kapasitas diri, mengembangkan keterampilan, dan memanfaatkan teknologi secara positif.

Ia mengingatkan pentingnya bersikap bijak dalam menggunakan media sosial, memilah informasi, serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat memecah belah persatuan.
“Sejalan dengan tema tahun ini, kita berharap para santri terus menjadi generasi yang berilmu, terampil, berakhlakul karimah, dan memiliki semangat kebangsaan yang kokoh,” demikian pesan yang disampaikan dalam amanatnya.

Pemerintah Kota Kediri, lanjutnya, berkomitmen untuk terus berjalan bersama para ulama, kiai, pondok pesantren, dan seluruh elemen masyarakat dalam membangun kota yang semakin maju, rukun, dan berkah.

Rangkaian apel berlangsung khidmat dengan pembacaan Pancasila, Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, Ikrar Santri, serta Resolusi Jihad yang dibacakan Ketua PCNU Kota Kediri KH Abu Bakar Abdul Jalil. Pembacaan Resolusi Jihad menjadi salah satu bagian penting dalam mengenang peran ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Suasana kebangsaan semakin terasa melalui lantunan lagu Indonesia Raya, Mars Syubbanul Wathan, Mars Hari Santri, dan lagu Syukur. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin KH Saifullah Efendi Hamid Abdul Qodir, dilanjutkan foto bersama dan ramah tamah.

Peserta apel terdiri atas unsur Ansor dan Banser, pengurus MWCNU dan ranting NU se-Kota Kediri, santri pondok pesantren, dosen dan mahasiswa UNISKA, Fatayat NU, IPNU, serta unsur masyarakat lainnya.

Pasca selesai Apel Hari Santri, Ketua PCNU Kota Kediri menegaskan bahwa bagaimana kita sebagai generasi penerus para ulama punya jiwa juang sebagaimana para kyai-kyai yang dulu melaksanakan resolusi jihad. Jiwa juang untuk mendalami ilmu agama, jiwa juang untuk menjaga NKRI, jiwa juang untuk berbineka Tunggal ika serta jiwa juang untuk saling mengargai satu dengan yang lain ini berari yang termakub dalam ruhul tadayyun, wahoniyah, insaniyah dan ta’adduliyah.

Apel Hari Santri Nasional 2026 ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara ulama, santri, pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menjaga persatuan serta berkontribusi bagi pembangunan daerah dan bangsa. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 09.00 WIB dalam keadaan tertib, aman, dan lancar.

Reporter : Kamid.

- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Berita Terkini

Raih 15 Emas dan 17 Perak, Kota Kediri Juara Umum Kejurprov Wushu

JENDELA INFORMASI, KEDIRI - Tak hanya sukses menggelar event Kejurprov Wushu dan Open National Championships, kontingen Kota Kediri juga...
- Advertisement -spot_img

Artikel Lainnya

- Advertisement -spot_img