JENDELA INFORMASI, KEDIRI – Sosok Kyai gaek Imam Mochtar Ahmad Rais Ranting NU Bence Kelurahan Pakunden Kecamatan Pesantren Kota Kediri menyampaikan, dinamika dikalangan NU sudah biasa. ” Dari Gegeran menjadi Gergeran. Endingnya Berakhir dengan islah,” ungkapnya.
Kyai yang doyan Politik ini menuturkan, dari Muktamar ke Muktamar, NU selalu riuh secara internal bahkan external.
Maklum, setiap keputusan akan selalu berdampak dan menjadi acuan bagi kehidupan jam’iyah NU itu sendiri maupun berbagai kalangan.
Tak ketinggalan juga oleh pemerintah, partai politik, pengusaha, dan orang² yang punya kepentingan meraih dan mempertahankan posisi² strategis, bahkan bisa menjadi batu loncatan dalam menggapai suatu tujuan tertentu,” katanya.
Tak ketinggalan para pengamat luar dan dalam negeri.
Dan tak mau ketinggalan pula tentunya oleh warga Nahdliyin yang sebenarnya tak punya hak suara pun terlalu bersemangat untuk menikmati kemeriahan berbagai acara penunjang, ikut larut dan menyemut dalam lautan umat Nahdliyin.
Semuanya menunggu apa hasil² keputusan Muktamar. Semoga mampu memberikan keputusan yang membawa kemanfaatan, kemaslahatan dan keberkahan bagi umat, juga kepada seluruh rakyat Indonesia pada umumnya.
Maka Muktamar NU yang selalu diwarnai dinamika akan selalu seru dan menarik bagi berbagai kalangan. Walaupun diwarnai dengan adu argumentasi yang kadang² ngotot dan memanas, biasanya akan selalu berakhir dengan islah juga. Dan GEGERAN itupun menjadi GERGERAN. Aamiin.. Wallohu A’lam…
Reporter : Kamid.








